Melanjutkan tulisan saya sebelumnya mengenai perhitungan demand menggunakan LEAP ketika data yang kita miliki hanya data pelanggan listrik dan KWh konsumsinya. Boleh dilihat lagi di http://akhisuhono.wordpress.com/2012/01/03/melakukan-perencanaan-demand-energi-listrik-menggunakan-leap/ .
Menggunakan data KWh dan jumlah pelanggan, akan diperoleh intensitas energi dengan rumus di atas. Data tersebut yang akan digunakan untuk masukan ke dalam LEAP.
Untuk masukan data di LEAP, saya asumsikan teman-teman sudah mengerti bagaimana cara menyetel awal LEAP untuk parameter dasarnya. Sehingga kita tinggal mulai untuk membuat Tree dan input datanya.
1. Membuat Rancangan Tree
Sebelum membuat Tree di dalam LEAP, sebaiknya kita buat terlebih dahulu rancangannya. Contoh berikut ini menggunakan cara perhitungan yang pertama (silakan dilihat di posting sebelumnya). Misalnya rancangannya seperti di bawah ini:
| Branch | Category | Sub Branch | Unit | Keterangan |
| Key Assumption | Intensitas Energi | - Intensitas Energi Bisnis | KWh/Pelanggan | |
| - Intensitas Energi Industri | KWh/Pelanggan | |||
| - Intensitas Energi Publik | KWh/Pelanggan | |||
| - Intensitas Energi Sosial | KWh/Pelanggan | |||
| - Intensitas Energi Rumah Tangga | KWh/Pelanggan | |||
| Pelanggan | - Pelanggan Bisnis | Pelanggan | ||
| - Pelanggan Industri | Pelanggan | |||
| - Pelanggan Publik | Pelanggan | |||
| - Pelanggan Sosial | Pelanggan | |||
| - Pelanggan Rumah Tangga | Pelanggan | |||
| Demand | - | - Bisnis | KWh | Intensitas Energi Bisnis x Pelanggan Bisnis |
| - | - Industri | KWh | Intensitas Energi Industri x Pelanggan Industri s | |
| - | - Publik | KWh | Intensitas Energi Publik x Pelanggan Publik | |
| - | - Sosial | KWh | Intensitas Energi Sosial x Pelanggan Sosial | |
| - | - Rumah Tangga | KWh | Intensitas Energi Rumah Tangga x Pelanggan Rumah Tangga |
2. Membuat Tree dalam LEAP
Berpedoman pada Tree yang sudah dibuat sebelumnya, kita bisa mulai membuat Tree pada LEAP. Berikut ini saya berikan contoh screenshot dari Tree di atas,
3. Mengeset unit
Setelah Tree selesai dibuat, maka selanjutnya adalah mengeset unitnya. Untuk Key Assumption, unitnya sudah dapat kita set di saat awal membuat Tree.
Karena pada contoh ini masih sangat sederhana, maka untuk set unitnya adalah mudah. Untuk semua unit pada demand dibuat menjadi ‘saturasi’. ‘Saturasi’ maksudnya adalah nilai prosentase dari total branch yang dimaksud dan tidak terkait atau berbagi dengan branch yang lain. Hal ini kebalikannya dari ‘Share’ yang berarti nilai prosentasenya akan berbagi dengan branch lain yang satu level.
Screenshotnya sebagai berikut,
4. Masukan data nilai dasar pada Expression
Untuk memasukkan data nilai dasar saya langsung kasih contoh sebagai berikut,
| Branch | Category | Sub Branch | Unit | Nilai Dasar | Ekspresi |
| Key Assumption | Intensitas Energi | - Intensitas Energi Bisnis | KWh/Pelanggan | 200 | Growth 4% |
| - Intensitas Energi Industri | KWh/Pelanggan | 1000 | Growth 4% | ||
| - Intensitas Energi Publik | KWh/Pelanggan | 150 | Growth 4% | ||
| - Intensitas Energi Sosial | KWh/Pelanggan | 100 | Growth 4% | ||
| - Intensitas Energi Rumah Tangga | KWh/Pelanggan | 80 | Growth 4% | ||
| Pelanggan | - Pelanggan Bisnis | Pelanggan | 300 | Growth 3% | |
| - Pelanggan Industri | Pelanggan | 50 | Growth 3% | ||
| - Pelanggan Publik | Pelanggan | 150 | Growth 3% | ||
| - Pelanggan Sosial | Pelanggan | 100 | Growth 3% | ||
| - Pelanggan Rumah Tangga | Pelanggan | 1500 | Growth 3% | ||
| Demand | - Bisnis | KWh | Intensitas Energi Bisnis x Pelanggan Bisnis | - | |
| - Industri | KWh | Intensitas Energi Industri x Pelanggan Industri s | - | ||
| - Publik | KWh | Intensitas Energi Publik x Pelanggan Publik | - | ||
| - Sosial | KWh | Intensitas Energi Sosial x Pelanggan Sosial | - | ||
| - Rumah Tangga | KWh | Intensitas Energi Rumah Tangga x Pelanggan Rumah Tangga | - |
Pada Demand, untuk Final Energy Intensity dapat digunakan rumus berikut:
Key\Intensitas Energi\Intensitas Energi Bisnis*Key\Pelanggan\Pelanggan Bisnis
Begitu juga untuk Demand Industri, Publik, Sosial dan Rumah Tangga. Hal ini menyatakan bahwa nilai demand dihitung dari hasil perkalian Intensitas Energi dan Pelanggan.
5. Set scenario dan asumsi
Untuk set scenario kita bisa klik tool ‘Manage Scenario’. Kemudian ‘Add’ scenario BAU sebagai scenario dasarnya. Setelah selesai, maka klik ‘Close’. Kita sudah siap untuk melakukan input ekspresi pertumbuhan Intensitas Energi dan Pelanggan.
Pastikan bahwa mode berada pada scenario BAU, kemudian masukan ekspresi Growth (4%) untuk Intensitas Energi dan Growth (3%) untuk Pelanggan.
Selain scenario BAU, dapat juga ditambahkan scenario yang lain sesuai keinginan kita.
6. Melihat hasil
Setelah scenario ditentukan, maka selanjutnya adalah melihat hasil. Caranya dengan klik jendela ‘Result’. Hasilnya….
Demikian sedikit yang dapat saya bagi. Memang mungkin terasa kurang komunikatif, harap maklum saya sedang belajar menulis. Namun, mudah-mudahan semua bisa bermanfaat.
Program hasil simulasi contoh ini dapat diunduh di sini: Freedonia Gaya Baru
Caranya file diekstrak dan kemudian dicopy dan paste ke folder My Documents\LEAP Areas\.
Terima kasih..








